Fenotiazin adalah antagonis dopamin dan bekerja sentral
dengan cara menghambat chemoreseptor
trigger zone. Obat ini dipakai untuk profilaksis dan terapi mual
dan muntah akibat penyakit neoplasia, pasca radiasi, dan muntah pasca
penggunaan obat opioid, anestesia umum, dan sitotoksik. Efek sedasi
proklorperazin, ferfenazin, dan trifluoperazin lebih rendah dibanding
klorpromazin. Reaksi distonia berat kadang-kadang muncul pada pemakaian
fenotiazin, terutama pada anak-anak. Obat antipsikotik lainnya, termasuk haloperidol
dan levomepromazin (metotrimeperazin) juga digunakan untuk meringankan gejala mual.
Beberapa fenotiazin tersedia dalam bentuk
suposituria yang dapat bermanfaat bagi pasien yang mengalami muntah terus
menerus atau mual berat. Proklorperazin juga tersedia dalam bentuk tablet bukal
yang diletakkan diantara bibir atas dan gusi.
Obat antipsikosis juga dikenal sebagai `neuroleptik` dan secara
salah diartikan sebagai trankuiliser mayor. Obat antipsikosis pada umumnya
membuat tenang tanpa mempengaruhi kesadaran dan tanpa menyebabkan efek
kegembiraan paradoksikal (paradoxical excitement) namun
tidak dapat dianggap hanya sebagai trankuiliser saja. Untuk kondisi seperti
skizofrenia, efek penenangnya merupakan hal penting nomor dua.
Pada
penggunaan jangka pendek, digunakan untuk menenangkan pasien yang mengganggu
apapun psikopatologi yang mendasarinya, bisa karena skizofrenia, kerusakan
otak, mania, delirium toksik, atau depresi teragitasi. Obat antipsikotik
digunakan untuk meredakan ansietas berat tetapi ini juga hanya untuk penggunaan
jangka pendek. Hanya ada sedikit informasi tentang khasiat dan keamanan
obat–obat antipsikotik pada anak–anak dan remaja, dan kebanyakan informasi yang
tersedia merupakan ekstrapolasi data orang dewasa. Tidak mungkin membuat rekomendasi
pengobatan untuk mengatasi gangguan psikosis, sindrom Gilles de Tourette
dan autisme. Pengobatan pada kondisi seperti itu harus dilakukan hanya oleh
dokter spesialis yang tepat.
Peringatan dan Kontraindikasi
Antipsikosis sebaiknya digunakan dengan hati–hati pada
pasien dengan gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit kardiovaskular, penyakit
parkinson (dapat diperburuk oleh antipsikotik), epilepsi (dan kondisi yang
mengarah ke epilepsi), depresi, miastenia gravis, hipertrofi prostat, atau
riwayat keluarga atau individu glaukoma sudut sempit (hindari klorpromazin,
perisiazin, dan proklorperazin pada kondisi ini). Perhatian juga diperlukan
pada penyakit saluran napas yang berat dan pada pasien dengan riwayat jaundice
atau yang memiliki riwayat diskrasia darah (Lakukan hitung darah jika timbul
infeksi atau demam yang tidak diketahui penyebabnya).
Efeksamping
Gejala ekstrapiramidal adalah masalah yang paling mengganggu. Gejala ini paling sering muncul pada penggunaan piperazin, fenotiazin (flufenazin, perfenazin, proklorperazin, dan trifluoperazin), butiropenon (benperidol dan haloperidol) serta sediaan bentuk depot. Gejala ini mudah dikenali tetapi tidak dapat diperkirakan secara akurat karena bergantung pada dosis, jenis obat, dan kondisi individual pasien. Gejala ekstrapiramidal termasuk di antaranya:
- Gejala parkinson (termasuk tremor) yang akan timbul lebih sering pada orang dewasa atau lansia dan dapat muncul secara bertahap.
- Distonia (pergerakan wajah dan tubuh yang tidak normal) dan diskinesia, yang lebih sering terjadi pada anak atau dewasa muda dan muncul setelah pemberian hanya beberapa dosis.
- Akatisia (restlessness) yang secara karakteristik muncul setelah pemberian dosis awal yang besar dan mungkin memperburuk kondisi yang sedang diobati.
- Tardive dyskinesia (ritmik, pergerakan lidah, wajah, rahang yang tidak disadari [invuntary movements of tongue, face and jaw]) yang biasanya terjadi pada terapi jangka panjang atau dengan pemberian dosis yang tinggi, tetapi dapat juga terjadi pada terapi jangka pendek dengan dosis rendah. Tardive dyskinesia sementara dapat timbul setelah pemutusan obat.
turunan fenotiazin
turunan fenotiazin mempunyai struktur kimia karakteristik yaitu sistem trisiklik tidak planar yang bersifat lipofil dan rantai samping alkilamino yang terikat pada atom N tersier pusat cincin yang bersifat hidofil. rantai samping tersebut bervariasi dan kebanyan merupakan salah satu struktur sebagai berikut: propildialkilamino, alkilpiperidil atau alkilpiperazin. turunan fenotiazin digunakan untuk pengobatan gangguan mental dan emosi yang moderat sampai berat, seperti skizofrenia, paronia, psikoneurosis ( ketegangan dan kecemasan ) serta psikosis akut dan kronik. banyak turunan fenotiazin mempunyai aktivitas antiemetik, simpatolitik atau antikolinergik. turunan fenotiazin ini juga mengadakan potensiasi dengan obat- obat sedatif- hipnotika, analgetik narkotik atau anestetika sistemik.
Gejala ekstrapiramidal adalah masalah yang paling mengganggu. Gejala ini paling sering muncul pada penggunaan piperazin, fenotiazin (flufenazin, perfenazin, proklorperazin, dan trifluoperazin), butiropenon (benperidol dan haloperidol) serta sediaan bentuk depot. Gejala ini mudah dikenali tetapi tidak dapat diperkirakan secara akurat karena bergantung pada dosis, jenis obat, dan kondisi individual pasien. Gejala ekstrapiramidal termasuk di antaranya:
- Gejala parkinson (termasuk tremor) yang akan timbul lebih sering pada orang dewasa atau lansia dan dapat muncul secara bertahap.
- Distonia (pergerakan wajah dan tubuh yang tidak normal) dan diskinesia, yang lebih sering terjadi pada anak atau dewasa muda dan muncul setelah pemberian hanya beberapa dosis.
- Akatisia (restlessness) yang secara karakteristik muncul setelah pemberian dosis awal yang besar dan mungkin memperburuk kondisi yang sedang diobati.
- Tardive dyskinesia (ritmik, pergerakan lidah, wajah, rahang yang tidak disadari [invuntary movements of tongue, face and jaw]) yang biasanya terjadi pada terapi jangka panjang atau dengan pemberian dosis yang tinggi, tetapi dapat juga terjadi pada terapi jangka pendek dengan dosis rendah. Tardive dyskinesia sementara dapat timbul setelah pemutusan obat.
turunan fenotiazin
turunan fenotiazin mempunyai struktur kimia karakteristik yaitu sistem trisiklik tidak planar yang bersifat lipofil dan rantai samping alkilamino yang terikat pada atom N tersier pusat cincin yang bersifat hidofil. rantai samping tersebut bervariasi dan kebanyan merupakan salah satu struktur sebagai berikut: propildialkilamino, alkilpiperidil atau alkilpiperazin. turunan fenotiazin digunakan untuk pengobatan gangguan mental dan emosi yang moderat sampai berat, seperti skizofrenia, paronia, psikoneurosis ( ketegangan dan kecemasan ) serta psikosis akut dan kronik. banyak turunan fenotiazin mempunyai aktivitas antiemetik, simpatolitik atau antikolinergik. turunan fenotiazin ini juga mengadakan potensiasi dengan obat- obat sedatif- hipnotika, analgetik narkotik atau anestetika sistemik.
Masalah yang timbul
- Bagaimana mekanisme efek samping terjadi ?
- Bagaimana bioavaibility dari obat ini ?
- Farmakokinetik dan farmakodinamik fenotiazin ?
- kenapa fenotiazin mengadakan potensiasi dengan obat- obat sedatif- hipnotika, analgetik narkotik atau anestetika sistemik.
- apakah obat ini aman jika diindikasikan untuk wanita hamil bagaimana pengaruhnya dengan janin
- dimanakah fenotiazin dimetabolisme
assalamualaikum wr wb
BalasHapusmeilly saya akn mencoba menjawab no 3
menurut sumber yang saya daptkan
Biovailabilitas klorpromazin dan tioridazin berkisar antara 25-35%sedangkan haloperidol mencapai 65%. Kebanyakan antipsikosis bersifat larut dalam lemak danterikat kuat dengan protein plasma(92-99%) serta memiliki volume distribusi besar ( >7 L/kg).Metabolit klorpromazin ditemukan di urin sampai beberapa minggu setelah pemberian obat terakhir.
Saya menambahkan farmakodinamik obat fenotiazin.
HapusFarmakodinamik klorpromazin terutama diresepkan bagi gangguan psikotik dan proklorperazin untuk mual dan muntah. Proklorperazin mempunyai efek antikolinergik dan tidak boleh diberikan kepada klien dengan glaukoma sudut sempit. Karena hipotensi merupakan efek samping dari fenotiazin, maka setiap obat antihipertensi yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat menimbulkan efek hipotensi aditif. Narkotik dan sedatif-hiponotik yang diberikan bersamaan dengan fenotiazin dapat menyebabkan depresi SSP aditif. Antasid mengurangi laju absorpsi dari kedua obat ini.
meily, terkait pertanyaan bagaimana bioavailabilitas, saya rasa jawaban yang tepat adalag bergantung pada beberapa hal diantaranya:
BalasHapus1. apakah obat mengalami first pass effect
2. kondisi psikis dan riwayat penyakit pasien
3. ikatan obat dengan protein
terkait pertanyaan no 2.saya akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut pengunaan fenotiazin dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan Sedasi dan Inhibisi Psikomotor dan gangguan Otonomik
BalasHapusterima kasih yanti
Hapusbagaimana jika penggunaan dosis tinggi ?
Dosis tinggi bisa berakibat efek sedasi lebih parah dan bisa menyebabkan kematian.
HapusHai meilly,saya akan coba menjawab pertanyaan terhakhir. Farmakodinamik : Salah satu derivat dari fenotiazin adalah Klorpromazin (CPZ) adalah 2-klor-N-(dimetil-aminopropil)-fenotiazin. Derivat fenotiazin lain dapat dengan cara substitusi pada tempat 2 dan 10 inti fenotiazin. CPZ (largactill) berefek farmakodinamik sangat luas. Largactill diambil dari kata large action.
BalasHapusFarmakokinetik:
Kebanyakan antipsikosis absorbsi sempurna, sebagian diantaranya mengalamimetabolisme lintas pertama.
Hai meilly,saya akan coba menjawab pertanyaan terhakhir. Farmakodinamik : Salah satu derivat dari fenotiazin adalah Klorpromazin (CPZ) adalah 2-klor-N-(dimetil-aminopropil)-fenotiazin. Derivat fenotiazin lain dapat dengan cara substitusi pada tempat 2 dan 10 inti fenotiazin. CPZ (largactill) berefek farmakodinamik sangat luas. Largactill diambil dari kata large action.
BalasHapusFarmakokinetik:
Kebanyakan antipsikosis absorbsi sempurna, sebagian diantaranya mengalamimetabolisme lintas pertama.
terima kasih gebi
Hapusapa yang dimaksud dengan metabolisme lintas pertama ?
hay kak, menurut artikel yang saya baca, metabolisme lintas pertama atau (first pass effect, first-pass metabolism, presystemic metabolism) adalah fenomena metabolisme obat dimana konsentrasi obat berkurang cukup signifikan sebelum mencapai sirkulasi sistemik. Obat yang hilang selama absorpsi ini terutama karena pengaruh dinding usus dan liver (hati).
Hapushai meilly saya akan mencoba menjawab pertnyaan nmr 6 :
BalasHapusfenotiazin dimetabolisme dihati melalui sistem mikrosomal hepatik P450 dan diekskresikan melalui urin.
asaalamulaikum meily saya akan menambah kan interaksi obat ini dengan obat lain Sulfonilurea Fenotiazin Antipsikotik : fenotiazin dapat memberikan efek antagonis terhadap efek hipoglikemik sulfonilurea
BalasHapus●satolol
sotalol menambah efek hipotensi jika diberikan bersama fenotiazin
●prokainamid
penggunaan bersamaan; meningkatkan risiko aritmia ventrikular bila prokainamid diberikan bersama fenotiazin
FARMAKODINAMIK : Salah satu derivat dari fenotiazin adalah Klorpromazin (CPZ) adalah 2-klor-N-(dimetil-aminopropil)-fenotiazin. Derivat fenotiazin lain dapat dengan cara substitusi pada tempat 2 dan 10 inti fenotiazin. CPZ (largactill) berefek farmakodinamik sangat luas. Largactill diambil dari kata large action.
BalasHapusSususan Saraf Pusat : CPZ menimbulkan efek sedasi disertai sikap acuh tak acuh terhadap rangasangan lingkungan. Pada pemakaina lama dapat timbul toleransi terhadap efek sedasi. Timbulnya sedasi amat tergantung dari status emisinal penderita sebelum minum obat. Klorpromazin berefek antispikosis terlepas dari efek sedasinya. CPZ menimbulkan efek menenangkan pada hewan buas. Efek ini juga dimiliki oleh obat obat lain, misalnya barbiturat, narkotij, memprobamat, atau klordiazepoksid. Bebeda dengan barbiturat, CPZ tidak dapat mencengah timbulnya konvulsi akibat rangsang listrik maupun rangsang obat. Semua derivat fenotiazin mempengaruhi gangglia basal, sehimgga menimbulkan gejala parkinsonisme (efek ekstrapiramidal ).CPZ dapat mempengaruhi atau mencengah muntah yang disebabkan oleh rangsangan pada chemo reseptor trigger zone. Muntah disebabkan oleh kelainan saluran cerna atau vestibuler.fenotiazin terutama yang potensinya rendah menurunkan ambang bangkitan sehingga penggunanya pada pasien epilepsi harus berhati-hati.
Otot Rangka: CPZ dapat menimbulkan relaksasi otot skelet yang berada daam keadaan spastik. Cara kerjanya relaksasi ini diduga bersifat sentral, sebab sambungan saraf otot dan medula spinalis tidak dipengaruhi CPZ.
FARMAKOKINETIK :
Kebanyakan antipsikosis absorbsi sempurna, sebagian diantaranya mengalami metabolisme lintas pertama. Biovailabilitas klorpromazin dan tioridazin berkisar antara 25-35% sedangkan haloperidol mencapai 65%. Kebanyakan antipsikosis bersifat larut dalam lemak danterikat kuat dengan protein plasma(92-99%) serta mamiliki volume distribusi besar ( >7 L/kg).Metabolit klorpromazin ditemukan di urin sampai beberapa minggu setelah pemberian obat terakhir.
saya akan mncoba mnjwab pertanyaan nmr 5
BalasHapusutk di konsumsi ibu hamil di khawatirkan akan mengganggu tumbuh kembang janin, bs saja obat trsebut menembus plasenta
Hai meylly, saya ingin sedikit menambahkan jawaban no.5. menurut (FDA-USA) Fenotiazin Merupakan obat yang tergolong kedalam kategori C yaitu obaat yang dapat memberi pengaruh buruk pada janin tanpa disertai malformasi anatomik semata-mata karena efek farmakologiknya. Umumnya bersifat reversibel (membaik kembali). Sebagai contohadalah analgetika-narkotik, fenotiazin, rifampisin, aspirin, antiinflamasi non-steroid dan diuretika.
HapusHai meily,untuk pertanyaan no 2 kebanyakan antipsikosis diabsorpsi sempurna, sebagian diantaranya mengalami metabolisme lintas pertama. Bioavailabilitas klrpromazin dan tioridazin berkisar 25-3%, sedangkan haloperidol mencapai 65%
BalasHapusNo.6, fenotiazin di metabolisme di hati
BalasHapusJawaban nomor 6 yaitu fenotiazin mengalami proses metabolisme di hepar
BalasHapusoh tentu kak Martin, fenotiazin memang dimetabolisme dihati dengan sistem mikrosomal hepatik P450 dan selanjutnya akan diekskresikan melalui urin..
HapusDerivat Fenotiazin
BalasHapusFarmakodinamik : Salah satu derivat dari fenotiazin adalah Klorpromazin (CPZ) adalah 2-klor-N-(dimetil-aminopropil)-fenotiazin. Derivat fenotiazin lain dapat dengan cara substitusi pada tempat 2 dan 10 inti fenotiazin.CPZ (largactill) berefek farmakodinamik sangat luas. Largactill diambil dari kata large action. Sususan Saraf Pusat : CPZ menimbulkan efek sedasi disertai sikap acuh tak acuh terhadap rangasangan lingkungan. Pada pemakaina lama dapat timbul toleransi terhadap efek sedasi. Timbulnya sedasi amat tergantung dari status emisinal penderita sebelum minum obat.Klorpromazin berefek antispikosis terlepas dari efek sedasinya. CPZ menimbulkan efek menenangkan pada hewan buas. Efek ini juga dimiliki oleh obat obat lain, misalnya barbiturat, narkotij, memprobamat, atau klordiazepoksid. Bebeda dengan barbiturat, CPZ tidak dapat mencengah timbulnya konvulsi akibat rangsang listrik maupun rangsang obat. Semua derivat fenotiazin mempengaruhi gangglia basal, sehimgga menimbulkan gejala parkinsonisme (efek ekstrapiramidal ).CPZ dapat mempengaruhi atau mencengah muntah yang disebabkan oleh rangsangan pada chemo reseptor trigger zone. Muntah disebabkan oleh kelainan saluran cerna atau vestibuler.fenotiazin terutama yang potensinya rendah menurunkan ambang bangkitan sehingga penggunanya pada pasien epilepsi harus berhati-hati. Otot Rangka: CPZ dapat menimbulkan relaksasi otot skelet yang berada daam keadaan spastik. Cara kerjanya relaksasi ini diduga bersifat sentral, sebab sambungan saraf otot dan medula spinalis tidak dipengaruhi CPZ.
Farmakokinetik:
Kebanyakan antipsikosis absorbsi sempurna, sebagian diantaranya mengalamimetabolisme lintas pertama. Biovailabilitas klorpromazin dan tioridazin berkisar antara 25-35%sedangkan haloperidol mencapai 65%. Kebanyakan antipsikosis bersifat larut dalam lemak danterikat kuat dengan protein plasma(92-99%) serta mamiliki volume distribusi besar ( >7 L/kg).Metabolit klorpromazin ditemukan di urin sampai beberapa minggu setelah pemberian obat terakhir.