Selasa, 10 Oktober 2017



obat- obatan analgetik

Analgetika adalah obat-obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Analgetika pada umumnya diartikan sebagai  suatu obat yang efektif untuk menghilangkan sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri lain misalnya nyeri pasca bedah dan pasca bersalin, dismenore (nyeri haid) dan lain-lain sampai pada nyeri hebat yang sulit dikendalikan.  Hampir semua analgetik ternyata memiliki efek antipiretik dan efek anti inflamasi.
Rangsang yang menimbulkan rasa nyeri ialah kerusakan pada jaringan, atau gangguan metabolisme jaringan. Hal ini mengakibatkan perubahan pada konsentrasi lokal ion (penurunan harga pH jaringan, peninggian konsentrasi ion kalium ekstrasel) maupun pembebasan senyawa mediator. Sebagai akibatnya, reseptor nyeri (nosiseptor) yang terdapat dikulit, didalam jaringan yang terdapat didalam kerangka otot, jaringan ikat, dan selaput tulang dapat terangsang. Tergantung pada letak timbulnya rasa nyeri dapat dibedakan antara nyeri permukaan, nyeri yang dalam dan nyeri viceral, yang secara kualitatif dialami dengan cara yang berbeda. Dari reseptor, nyeri dikonduksi sebagai impuls listrik yang bersusulan (potensial aksi) melalui urat saraf sensorik (urat saraf nyeri) ke sumsum tulang belakang dan akhirnya melalui otak tengah (talamus) ke sinusoid pusat posterior dari otak besar, dimana terjadi kesadaran akan nyeri
Patofisiologi Nyeri
Nyeri adalah gejala penyakit atau kerusakan yang paling sering. Walaupun nyeri sering berfungsi untuk mengingatkan dan melindungi serta sering memudahkan diagnosis, pasien merasakannya sebagai hal yang tidak mengenakkan, kebanyakan menyiksa dan karena itu berusaha bebas darinya. Pada beberapa penyakit, misalnya pada tumor ganas dalam fase akhir, meringankan nyeri kadang-kadang merupakan satusatunya tindakan yang berharga. Rasa nyeri hanya merupakan suatu gejala yang fungsinya member tanda tentang adanya gangguan-gangguan di tubuh seperti peradangan, infeksi kuman atau kejang otot. Rasa nyeri disebabkan oleh rangsangan mekanisme atau kimiawi, panas atau listrik yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan dan melepaskan zat yang disebut mediator nyeri. Zat ini merangsang reseptor nyeri yang letaknya pada ujung saraf bebas di kulit, selaput lendir dan jaringan lain. Dari tempat ini rangsang dialirkan melalui saraf sensoris ke sistem saraf pusat (SSP), melalui 7 sumsum tulang belakang ke talamus optikus kemudian ke pusat nyeri dalam otak besar dimana rangsang terasa sebagai nyeri. 
Analgesik anti inflamasi diduga bekerja berdasarkan penghambatan sintesis prostaglandin (penyebab rasa nyeri). Rasa nyeri sendiri dapat dibedakan dalam tiga kategori:
·    Nyeri ringan (sakit.gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri haid dll), dapat diatasi dengan asetosal, paracetamol bahkan placebo.
·        Nyeri sedang (sakit punggung, migrain, rheumatik), memerlukan analgetik perifer kuat.
·        Nyeri hebat (kolik/kejang usus, kolik batu empedu, kolik batu ginjal, kanker ), harus diatasi dengan analgetik sentral atau analgetik narkotik.

Obat Analgesik non-opioid atau non-narkotik Merupakan jenis obat analgesik yang paling umum digunakan. Obat analgesik golongan ini sering dikenal dengan istilah Analgetik Perifer, karena mekanisme kerja dari obat golongan ini yang bekerja pada reseptor nyeri yang berada di daerah yang sekitar nyeri, tidak memberikan pengaruh pada sistem susunan saraf pusat sehingga obat golongan ini cenderung tidak menurunkan tingkat kesadaran, dan juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada penggunanya. Macam-macam obat analgesik non-opioid yaitu :
  1. Paracetamol/acetaminophen : merupakan devirat para amino fenol. Paracetamol banyak digunakan untuk mengatasi nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang seperti pada saat luka ringan, sakit kepala, dan nyeri otot, selain sebagai analgesik paracetamol juga dapat digunakan untuk menurunakan demam atau antipiretik, namun paracetamol kurang memiliki efek anti radang atau inflamasi sehingga tidak efektif digunakan untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh peradangan seperti pada nyeri rematik. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik pada saat ini telah menggantikan penggunaan salisilat atau aspirin.
  2. Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan. Sehingga dapat mengurangi nyeri yang disebabkan oleh peradangan seperti pada rematik tulang maupun rematik sendi. NSAID juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang, efek analgesiknya muncul dengan cepat. Pada saat sekarang terdapat lebih dari 20 macam tipe NSAID yang berbeda. NSAID sebaiknya tidak digunakan berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri lambung hingga pendarahan pada lambung. Contoh obat analgesik NSAID ini antara lain Ibuprofen, Aspirin, Asam mefenamat, Dikofenak, Ketorolak, Meloxicam, Indometasin, dan lain-lain. Namun hanya Ibuprofen, Asam mefenamat dan Aspirin yang paling banyak digunakan.                            Obat Analgesik opioid atau narkotik Sesuai dengan namanya analgesik opioid merupakan golongan obat analgesik yang memiliki sifat-sifat seperti opium atau narkotik. Opioid disebut juga analgesik sentral karena kerjanya yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Golongan obat ini umumnya digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri yang sifatnya sedang hingga berat seperti pada kedaan fractur atau patah tulang dan kanker. Beberapa efek samping yang umum dari opioid adalah mual muntah, konstipasi, mengantuk, pusing, penurunan konsentrasi, kebingungan, dan penurunan pada kemampuan bernafas. Macam – macam obat analgesik opioid yang sering digunakan yaitu Codein, Tramadol, Morfin, Metadon, Fentanil. Opioid dapat menimbulkan efek samping yang lebih banyak dibandingkan analgesik non opioid bahkan dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan sehingga obat – obat golongan ini tidak dijual bebas, hanya tersedia melalui peresepan dan dalam pengawasan yang ketat oleh dokter.
1. Codeine adalah obat golongan analgesik opioid yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri ringan hingga berat. Obat ini bekerja secara langsung pada sistem saraf pusat untuk mengurangi rasa sakit yang dialami. Dalam kasus tertentu, codeine juga dapat digunakan untuk meringankan gejala batuk dan mengobati kondisi diare akut. Codeine dapat memicu ketergantungan jika tidak dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter. Pastikan Anda tidak menambah dosis atau menghentikan pengobatan secara mendadak agar terhindar dari gejala putus obat atau efek samping berbahaya lainnya, seperti napas pendek, overdosis, atau kematian.

2. tramadoladalah salah satu obat pereda rasa sakit kuat yang digunakan untuk menangani nyeri sedang hingga berat (misalnya nyeri setelah operasi). Tramadol bekerja dengan cara memengaruhi reaksi kimia di dalam otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit.

3. Morfin adalah jenis obat yang masuk ke dalam golongan analgesik opium atau narkotik. Obat ini digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang terbilang parah dan berkepanjangan atau kronis, seperti misalnya nyeri pada kanker stadium lanjut. Morfin bekerja pada saraf dan otak sehingga tubuh tidak merasakan rasa sakit. Meskipun memiliki manfaat besar, morfin sangat menyebabkan ketergantungan. Risiko ketergantungan ini bahkan lebih tinggi lagi pada pasien yang di masa lalunya pernah kecanduan alkohol atau narkoba.Menghentikan pengobatan morfin yang telah berlangsung jangka panjang tidak bisa dilakukan sekaligus, terutama pada pasien yang menggunakan morfin dalam dosis besar. Hal ini dapat menimbulkan gejala putus obat seperti kegelisahan, tubuh berkeringat, nyeri otot, dan mual. Untuk mengatasinya dokter akan mengurangi dosis secara bertahap hingga pasien benar-benar lepas dari morfin.

4. metadon merupakan jenis obat yang termasuk dalam golongan analgesik opium. Obat ini digunakan sebagai pengganti obat-obatan narkotika yang menyebabkan kecanduan, contohnya heroin, dalam proses rehabilitasi yang dijalani oleh pecandu narkotika. Kinerja obat ini adalah dengan mencegah gejala-gejala putus obat akibat berhenti mengonsumsi narkotika.Selain gejala putus obat, methadone dapat digunakan sebagai pereda rasa sakit. Namun, hanya untuk rasa sakit yang parah dan berkepanjangan bila obat analgesik kuat lain tidak cocok.
5. Fentanyl adalah jenis obat opiat yang memiliki fungsi sebagai pereda rasa sakit kuat. Obat ini bekerja dengan mengikat beberapa reseptor opioid di sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang akan menurunkan kemampuan pasien untuk merasakan sakit serta bereaksi terhadap rasa sakit.


masalah yang timbul

  1.  kenapa metadon digunakan untuk menggantikan obat narkotik? apakah efek sampingnya lebih ringan?
  2. apakah semua obat analgetik golongan opioid dapat digunakan untuk wanita hamil?
  3. menurut anda untuk nyeri ringan seperti sakit gigi, analgetik non narkotik yg mana yg paling tepat digunakan ? kenapa obat tersebut anda pilih ?










https://mediskus.com/obat/mengenal-obat-analgesik
https://pharmacycorner.wordpress.com/info-obat/obat-analgetik/
http://www.alodokter.com

18 komentar:

  1. Assalamualaikum,
    Bagaimana efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan Tramadol?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam,
      Efek samping dari penggunaan tramadol yaitu :
      Kecanduan,Pusing,Limbung,Mual,Muntah,Susah bab,Mulut kering,Perut kembung,Gangguan fungsi ginjal,Merusak susunan syaraf.

      Hapus
  2. Apakah codein aman dikonsumsi oleh ibu hamil?

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan menambah kan sedikit mengkonsusmsi obat analgetik pada trimester pertama sebaiknya tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa konsultasi dokter. gejala seperti mual pusing dan muntah biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika masuk trimester kedua dan ketiga, dosis yang tidak tepat dalam penggunaan obat bisa saja membunuh janin terutama pada usia kehamilan yang masih sangat muda dimana Zat kimia pada inilah yang ketika dikonsumsi oleh ibu hamil, akan masuk ke plasenta dan mempengaruhi metabolisme sang Ibu. Ketika zat kimia tersebut masuk ke plasenta, maka akan mempengaruhi perkembangan embrio didalamnya

      Hapus
  4. Maaf saya akan menambahkah sebelumnya untuk mekanisme trjadinya nyri itu adalah rangsangan(mekanik, termal atau Kimia) diterima oleh reseptor nyeri yang ada di hampir setiap jaringan tubuh, Rangsangan ini di ubah kedalam bentuk impuls yang di hantarkan ke pusat nyeri di korteks otak. Setelah di proses dipusat nyeri, impuls di kembalikan ke perifer dalam bentuk persepsi nyeri (rasa nyeri yang kita alami).

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Hai meilly
    Apakah obat analgetik narkotik dan non narkotik dapat dikombinasikan?

    BalasHapus
  7. hai meili,
    saya akan mencoba menambahkan tentang mekanisme kerja umum analgetik narkotik.
    Obat-obatan dalam kelompok ini memiliki target aksi pada enzim, yaitu enzim siklooksigenase (COX). COX berperan dalam sintesis mediator nyeri, salah satunya adalah prostaglandin. Mekanisme umum dari analgetik jenis ini adalah mengeblok pembentukan prostaglandin dengan jalan menginhibisi enzim COX pada daerah yang terluka dengan demikian mengurangi pembentukan mediator nyeri . Mekanismenya tidak berbeda dengan NSAID dan COX-2 inhibitors. Efek samping yang paling umum dari golongan obat ini adalah gangguan lambung usus, kerusakan darah, kerusakan hati dan ginjal serta reaksi alergi di kulit. Efek samping biasanya disebabkan oleh penggunaan dalam jangka waktu lama dan dosis besar (Mutschler, E. 1999).

    BalasHapus
  8. hay meilly saya akan mncoba mnjwab prtnyaan nmr 3
    dsni jika sakig gigi tanpa diskusi kpd dokter saya sarankan gunakan pcr atau ibuprofen krn dosisnya yg ringan dan mudah di cri di pasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan kak ana, dapat juga digunakan asam mefenamat karena selain dapat dibeli tanpa resep dokter juga karena sakit gigi merupakan nyeri biasa jdi lebih cocok digunakan obat analgetik non narkotik spt pct,ibuprofen dan asam mefenamat

      Hapus
    2. menurut saya juga dipilih penggunaan obat asam mefenamat karena Asam mefenamat adalah obat golongan antiperadangan nonsteroid yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada berbagai masalah tulang dan otot

      Hapus
  9. utk nmr 2
    mnrt saya , jgn mnggunakan obat ini utk ibu hamil krn dk khawatirkan akan mngganggu tumbuh kembang janin

    BalasHapus
  10. no 3: paracetamol, karena Umumnya, paracetamol tidak menimbulkan efek samping

    BalasHapus
    Balasan
    1. namaun penggunaan pct dalam jngka panjang akan menyebab kan gangguan kerusakan fungsi hati .. jika fungsi hati rusak maka pct tdk dpt di metabolisme lg di hati maka prlu pnggantian obat dg obat ibuprofen

      Hapus
  11. Jawaban nomor 3 adalah
    Asam mefenamat adalah obat golongan antiperadangan nonsteroid yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada berbagai masalah tulang dan otot, termasuk sakit gigi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja zat siklo-oksigenase yang terlibat dalam produksi berbagai bahan kimia tubuh, salah satunya adalah prostaglandin. Prostaglandin ini dihasilkan tubuh saat Anda mengalami cedera, penyakit, atau kondisi tertentu yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.

    BalasHapus
  12. Asam Mefenamat untuk Sakit Gigi merupakan obat sakit gigi yang paling populer di masyarakat . Setiap orang yang pernah menderita sakit gigi, dapat diperkirakan pernah mengonsumsi obat ini. Hal ini disebabkan karena khasiatnya yang sagat ampuh sebagi mpenghilang rasa sakit gigi. Seperti jenis obat kimia lain, tentu asam mefenamat mempunyai efek samping untuk kesehatan apabila dikonsumsi sembarangan atau tanpa menggunakan resep dokter.

    Kita sudah mengetahui bahwa Asam mefenamat merupakan zat aktif yang dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri. Asam mefenamat merupakan jenis obat yang tergolong dalam NSAID (Non Streoidal Anti-inflammatory Drugs) yang sangat ampuh untuk meredakan nyeri, dalam hal ini termasuk nyeri atau sakit gigi.

    Apabila anda sedang mengalami sakit gigi berlubang tentu rasanya akan sangat menyakitkan, susah makan, dan tidurpun juga akan susah. Oleh sebab itu, untuk anda yang sedang sakit gigi karena gigi berlubang atau sebab lainnya, anda dapat mencoba untuk mengkonsumsi Asam Mefenamat untuk Sakit Gigi yang bisa anda peroleh diapotek terdekat. Namun penggunaannya harus dibatasi atau sesuai dengan aturan pakai . Berikut ini akan dibahas pejelasan dari asam mefenat:

    Koposisi / kandungannya pada Asam Mefenamat 250 mg adalah tiap tablet nya mengandung Asam Mefenamat sebanyak 250 mg. Sedangkan untuk Asam Mefenamat 500 mg, setiap tabletya mengandung Asam Mefenamat sebanyak 500 mg. Sedangkan cara kerja Asam Mefenamat untuk Sakit Gigi adalah seperti OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid atau NSAID) lainnya yakni dengancara menghambat sintesa prostaglandin dengan jalan menghambat kerja dari enzim cyclooxygenase (COX-1 & COX-2).

    Disamping untuk mengurangi nyeri pada sakit giigi, obat ini juga memiliki indikasi atau kegunaan yang lainnya. Indikasi dari Asam Mefenamat antaranya sebagai penghilang nyeri akut sertakronik, ringan hingga sedang yang berhubungan dengan sakit kepala, dismenore primer, sakit gigi, termasuk juga nyeri sebab trauma, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri setelah melakukan operasi, dan juga nyeri setelah persalinan. Kontraindikasi dari Asam Mefenamat untuk Sakit Gigi adalah untuk penderita tukak lambung, gangguan ginjal, radang usus, asma serta hipersensitif pada penggunaan asam mefenamat.

    BalasHapus
  13. no 3paracetamol, karena Umumnya, paracetamol tidak menimbulkan efek samping

    BalasHapus